Kamis, 18 Januari 2018

ASEAN

Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November.
Anggota ASEAN
Sekarang, ASEAN beranggotakan semua negara di Asia Tenggara (kecuali Papua Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:
o Filipina (negara pendiri)
o Indonesia (negara pendiri)
o Malaysia (negara pendiri)
o Singapura (negara pendiri)
o Thailand (negara pendiri)
o Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
o Vietnam (28 Juli 1995)
o Laos (23 Juli 1997)
o Myanmar (23 Juli 1997)
o Kamboja (16 Desember 1998)
o Timor Leste

Sejarah ASEAN

ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina,Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).


B. PBB


Perserikatan Bangsa-Bangsa atau biasa disingkat PBB (bahasa Inggris: United Nations atau disingkat UN) adalah sebuah organisasiinternasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalamhukum internasional, keamanan internasional, pengembangan ekonomi, perlindungan sosial, hak asasi dan pencapaian perdamaian dunia.


Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Francisco pada 24 Oktober 1945setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington, DC, namun Sidang Umum yang pertama – dihadiri wakil dari 51 negara – baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (diChurch House, London). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-Bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB.


Sejak didirikan pada tahun 1945 hingga 2011, sudah ada 193 negara yang bergabung menjadi anggota PBB, termasuk semua negara yang menyatakan kemerdekaannya masing-masing dan diakui kedaulatannya secara internasional, kecuali Vatikan. 


Instansi Sistem PBB lainnya yang menonjol termasuk Organisasi Kesehatan Dunia(WHO), Program Pangan Dunia (WFP) dan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).


Enam bahasa resmi PBB, yang digunakan dalam pertemuan antar pemerintah dan pembuatan dokumen-dokumen, adalah Arab, Cina, Inggris, Perancis, Rusia, dan Spanyol.


o Gedung Sekretariat PBB berada di markas PBB di New York City.
o 5 negara yang mempunyai Hak Veto : Perancis, RRC, Uni Soviet (Rusia), Inggris, dan USA.
ORIENTASI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA

Pelaksanaan pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega diarahkan pada keselarasan dan keutuhan 3 (tiga) sumber orientasi hidup :
Orientasi pada Tuhan Yang Maha Esa, nilai-nilai kerohanian yang luhur dan falsafah hidup Pancasila, yaitu pengembangan insan berketuhanan Yang Maha Esa, bertakwa dan beriman kepada-Nya dalam segala segi kehidupan, berbudi luhur dan bermoral Pancasila.
Orientasi kedalam diri pribadi, yaitu pengembangan sebagai insan biologis, insan berpendidikan dan kejiwaan, serta insan kerja, guna mengembangkan bakat, kemampuan jasmaniah dan rohaniah agar dapat berprestasi maksimal dengan mengembangkan faktor kemampuan atau potensi dalam dirinya.
Orientasi keluar, yaitu :
Terhadap pengembangan lingkungan sosial, budaya, alam, dan sebagainya :
insan sosial budaya
insan sosial politik, yaitu insan yang berkesadaran berbangsa dan bernegara
insan sosial ekonomi, termasuk sebagai insan kerja dan insan profesi yang memiliki kemampuan untuk mengenali, memanfaatkan dan mendayagunakan sumber-sumber daya alam serta sekaligus mampu memeliharanya
Untuk menumbuhkan kepekaan Pramuka Penegak dan Pandega terhadap situasi masa kini dan masa depan dalam menumbuhkan kemampuan untuk mengembangkan daya kreasi yang konstruktif serta menumbuhkan kesadaran bagi kesinambungan nilai-nilai luhur bangsa dan negara

Tujuan Umum : membentuk Pramuka Penegak dan Pandega yang :
Berideologi Pancasila
Kuat keyakinan beragamnya
Tinggi mental, kuat fisik dan rohaninya
Berguna bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat serta bangsa dan negara
Berkesadaran hukum
Berkesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Berkesadaran internasional untuk mengembangkan persatuan atau persaudaraan dalam rangka membina perdamaian dunia

Tujuan Khusus (kualitatif) : membentuk Pramuka Penegak dan Pandega yang :
Berkemampuan untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila
Berjiwa kepemimpinan, memiliki rasa tanggungjawab dan disiplin terhadap keluarga, masyarakat dan negara.
Mengembangkan patriotisme dan idealisme
Berkesadaran sosial dan berkesadaran nasional
Berkepribadian dan berbudi pekerti luhur
Jujur dan adil serta berjiwa gotong royong dan pengabdian serta peningkatan daya kreasi
Mengamalkan pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan kewiraswastaan
Menjadi kader pimpinan Gerakan Pramuka, masyarakat, bangsa dan negara
Memiliki dan mengembangkan sikap, teguh pada pendirian, tidak sewenang-wenang, kritis, obyektif dan rendah hati

Tujuan Khusus (kuantitatif) adalah :
Menjaga kesinambungan keanggotaan dari golongan Siaga sampai dengan golongan Pandega
Setiap gugusdepan memiliki sedikitnya satu Ambalan atau Racana
Setiap sepuluh orang anak didik memiliki satu orang pembina Pramuka

Sasaran pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega baik di gugusdepan maupun di kwartir adalah untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang :
beriman, berkepribadian, berbudi luhur, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, tanggungjawab dan mandiri
Kuat dan sehat jasmani serta tinggi kecerdasan dan ketrampilannya
Mempunyai rasa cinta tanah air, rasa kebangsaan yang tebal dan rasa kesetiakawanan sosial
Mempunyai rasa percaya pada diri sendiri, sikap dan perilaku yang inovatif dan kreatif

WADAH PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA


Ambalan dan Racana
Wadah pembinaan di gugusdepan yang mewadahi Pramuka Penegak adalah Ambalan, sedangkan wadah pembinaan yang mewadahi Pramuka Pandega adalah Racana. Proses pendidikan di gugusdepan adalah proses pendidikan dan pembinaan yang dilakukan oleh seorang pendidik (orang dewasa) dan pembinaan yang dilakukan di bidang pengetahuan, mental dan kepribadian serta ketrampilan, dengan titik berat pembinaan pada aspek pengetahuan, mental dan kepribadian. Metode yang digunakan dengan pencapaian SKU dan SKK serta penghayatan kode kehormatan.

Dewan Kerja
Dewan Kerja adalah wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega di tingkat kwartir dalam rangka peningkatan pengetahuan, ketrampilan manajerial, dan kepemimpinan. Dewan Kerja berkedudukan saebagai badan kelengkapan kwartir yang bersifat kolegial. Maksudnya adalah Dewan Kerja dibentuk dalam rangka melakukan pembinaan dan pengembangan Pramuka Penegak dan Pandega diwilayah yang bersangkutan.

Satuan Karya (SAKA)
Satuan Karya Pramuka adalah wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega di tingkat kwartir dalam menyalurkan bakat dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan, dan pengalaman dalam berbagai kejuruan. Satuan Karya melaksanakan  kegiatan tertentu sesuai dengan bidangnya dengan nyata, produktif dan bermanfaat bagi hidup dan kehidupan. Pengetahuan dan ketrampilan dalam SAKA dikelompokkan dalam krida-krida yang diwujudkan dalam bentuk Tanda Kecakapan Khusus (TKK) mulai dari tingkat Purwa, Madya dan Utama.

Kelompok Kerja
Kelompok Kerja adalah wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega untuk belajar dan mengembangkan suatu ilmu pengetahuan dan ketrampilan tertentu guna kebutuhan suatu program atau memecahkan permasalahan yang sedang berkembang didalam Gerakan Pramuka maupun dalam masyarakat pada umumnya yang mempunyai implikasi terhadap Gerakan Pramuka. Kelompok Kerja dibentuk ditingkat gugusdepan maupun ditingkat kwartir yang pembentukan secara insidental untuk pemenuhan suatu kebutuhan, apabila tugas yang telah dibebankan telah selesai maka kelompok kerja dapat dibubarkan.
Kelompok kerja berwenang mengusulkan dan menyarankan suatu konsep atau pengembangan pembinaan yang ada. Kelompok kerja beranggotakan Pramuka Penegak dan Pandega, Pembina, Pelatih dan orang-orang yang dianggap mampu atau ahli dalam bidang tertentu untuk membuat perencanaan program kegiatan.

Sangga Kerja
Sangga Kerja adalah wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega di tingkat kwartir dan gugusdepan yang dibentuk secara insidental untuk menjalankan suatu program kegiatan tertentu dari Ambalan atau Racana maupun Dewan Kerja. Setelah program kegiatan terlaksana, sangga kerja dapat dibubarkan.



Bagan wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega

METODE DAN JENIS KEGIATAN PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA


Untuk mencapai tujuannya Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan bagi para anggotanya. Secara umum kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega dikelompokkan dalam Tri Bina yaitu : bina diri, bina satuan dan bina masyarakat.
Kegiatan Bina diri (kepentingan pribadi)
Adalah pembinaan pribadi Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk kegiatan rohani dan jasmani sehingga dapat membentuk mental kepribadian yang tangguh dan kokoh. Pendidikan Pramuka Penegak dan Pandega merupakan kelanjutan dari proses yang telah dilalui dari sejak masa Siaga dan diteruskan dengan pengembangan pada golongan pengembangan kewiraswastaan. Pendidikan Pramuka Penegak dan Pandedga juga merupakan tahap pengabdian untuk memperdalam dedikasi dengan pemantapan kepemimpinan dalam praktek pembinaan.
Kegiatan Bina Satuan (kepentingan Gerakan Pramuka)
Adalah pembinaan jiwa dan ketrampilan kepemimpinan dan pengelolaan satuan maupun kwartir dalam Gerakan Pramuka. Dalam rangka pengembangan kepemimpinan dibentuklah Dewan Kerja yang bertugas membantu kwartir. Untuk itu diperlukan kemampuan merencanakan, melaksanakan dan mengadakan evaluasi kegiatan yang sesuai dengan aspirasi mudanya. Disamping itu Pramuka Penegak dan Pandega juga diberi kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan kepada Siaga, Penggalang dan Penegak melalui kegiatannya sesuai instruktur yang membantu para pembina Pramuka dan Pamong SAKA. Untuk itu mereka mendapatkan kesempatan mengikuti kursus ketrampilan. Dalam rangka regenerasi bentuk kegiatan berupa kaderisasi perlu ditingkatkan dan dikembangkan sehingga terjadi kesinambungan kepemimpinan dalam usaha mencapai tujuan Gerakan Pramuka.
Kegiatan Bina Masyarakat (kepentingan umum)
Adalah pembinaan kepemimpinan dan ketrampilan pembangunan masyarakat serta dharma baktinya kepada masyarakat, bangsa dan negara. Kegiatan yang dilakukan dalam berbagai bentuk pengabdian pada masyarakat dalam rangka pengembangan kesadaran bermasyarakat sekaligus dapat meletakkan landasan masa depannya. Para Pramuka Penegak dan Pandega diarahkan untuk mengembangkan kepemimpinannya dengan menganjurkan berperan dalam masyarakat sebagai peneliti, penyuluh, penggerak, pelopor dan pemimpin masyarakat kelak dikemudian hari dapat berperan sebagai pemimpin bangsa dan negara. Pengabdian para Pramuka Penegak dan Pandega kepada masyarakat meliputi segala bidang kehidupan manusia.

PENUTUP
Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega mutlak diketahui oleh para Pramuka Penegak dan Pandega dalam mengelola wadah pembinaan. Terlebih bisa memahami dan melaksanakan didaerahnya, Semoga tulisan ini dapat membantu dalam melaksanakan proses pendidikan Kepramukaan dari kita, oleh kita dan untuk kita

Rabu, 17 Januari 2018

Sejarah Pramuka di Dunia dan Indonesia - Praja Muda Karana atau lebih dikenal sebagai Pramuka, merupakan istilah yang memiliki arti kaum muda yang suka berkarya. penggunaan istilah Pramuka di Indonesia baru resmi digunakan pada tahun 1961. Akan tetapi gerakan pramuka sebenarnya sudah ada dengan nama kepanduan sejak zaman penjajahan belanda.

Bagi anda yang belum tahu tentang sejarah pramuka dan ingin tahu seperti apa sejarah pramuka di Indonesia maupun sejarah pramuka di dunia. Berikut ini kami sajikan ulasan tentang sejarah lengkap pramuka di indonesia dan dunia.

Sejarah Pramuka di Dunia

Kata "pramuka" hanya dipakai di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout. Gerakan yang juga disebut Scout Movement atau Scouting ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara mental, spiritual dan fisik. Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada 25-7-1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu menjabat sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya melaksanakan perkemahan pramuka selama 8 hari di pulau Brown Sea, Inggris. perkemahan tersebut ia adakan sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea. kemudian pada tahun 1908 Powel menulis buku tentang prinsip dasar kepramukaan dengan judul pramuka untuk laki-laki (Scouting for Boys).
pengertian pramuka, gerakan pramuka, pramuka penggalang, pramuka penegak, pramuka indonesia, sejarah pramuka dunia, sejarah pramuka di indonesia.
Lord Robert Baden Powell, Bapak Pandu Sedunia

Pada tahun 1912 dengan bantuan Agnes (adik perempuannya) maka terbentuklah organisasi pramuka untuk wanita dengan nama "Girls Guides".
Kemudian pada 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukannya merujuk pada sebuah buku karangan Rudyard Kipling dengan judul "The Jungle Book".
Pada tahun 1918 Powell kembali membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka yang ditujukan bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. empat tahun kemudian tepatnya tahun 1922 Powel menerbitkan buku dengan judul "Rovering To Succes"Jambore Dunia
Tahun 1920 adalah tahun yang sangat krusial pada sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di laksanakan Jambore di dunia. Selain itu pada tahun 1920 juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang memiliki anggota 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro Pramuka Putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Arab, Amerika Latin, Eropa dan Asia Pasifik. sedangkan Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Filipina, Nigeria, Mesir, Swiss dan Costa Rica.

Jambore Dunia pertama di adakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan itu diundang peserta dari 27 Negara dan pada jambore pertama Lord Robert Baden Powell diangkat sebagai Chief Scout of The World (Bapak Pandu Sedunia).

Pelaksanaan Jambore dunia:
  • Jambore ke I Tahun 1924 di Olympia Hall, London.
  • Jambore ke II Tahun 1924 di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
  • Jambore ke III Tahun 1929 di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
  • Jambore ke IV Tahun 1933 di Budapest, Hongaria
  • Jambore ke V Tahun 1937 di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
  • Jambore ke VI Tahun 1947 di Moisson, Prancis
  • Jambore ke VII Tahun 1951 di Salz Kamergaut, Austria
  • Jambore ke VIII Tahun 1955 di Sutton coldfild, Inggris
  • Jambore ke IX Tahun 1959 di Makiling, Philipina
  • Jambore ke X Tahun 1963 di Marathon, Yunani
  • Jambore ke XI Tahun 1967 di Idaho, Amerika Serikat
  • Jambore ke XII Tahun 1971 di Asagiri, Jepang
  • Jambore ke XIII Tahun 1975 di Lillehammer, Norwegia
  • Jambore ke XIV Tahun 1979 di Neishaboor, Iran (dibatalkan)
  • Jambore ke XV Tahun 1983 di Kananaskis, Alberta, Kanada
  • Jambore ke XVI Tahun 1987 di Cataract Scout Park, Australia
  • Jambore ke XVII Tahun 1991 di Korea Selatan
  • Jambore ke XVIII Tahun 1995 di Belanda
  • Jambore ke XIX Tahun 1999 di Chili, Amerika Serikat
  • Jambore ke XX Tahun 2003 di Thailand
  • Jambore ke XXI Tahun 2007 di Taman Hylands, Chelmsford, Essex, Inggris
  • Jambore ke XXII Tahun 2011 di Rinkaby, Kristianstad, Scania, Swedia
  • Jambore ke XXIII Tahun 2015 di Pantai Kirara, Yamaguchi, Jepang
  • Jambore ke XXIV Tahun 2019 di The Summit Bechtel Family National Scout Reserve, Amerika Serikat

    Sejarah Pramuka di Indonesia

    Scouting di kenal di Indonesia dengan istilah Kepramukaan. Melalui buku "Scouting for Boy" Kepramukaan berkembang di Indonesia. kemudian Pada dekade 1950-1960 organisasi Kepramukaan tumbuh pesat baik jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi Kepramukaan yang berafiliasi pada parpol, yang tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar Kepramukaan.

    Memperhatikan keadaan yang demikian dan atas dorongan para tokoh Kepramukaan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Bung Karno (Presiden RI saat itu) selaku mandataris MPRS pada tanggal 9-3-1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Bung Karno merasa berkewajiban menjalankan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan (Kepramukaan) sebagai salah satu komponen bangsa yang berguna dalam mendorong pembangunan negara.
    Maka dari itu Soekarno menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan (Kepramukaan) di Indonesia dan menggabungkannya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal dengan nama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tanggung jawab menjalankan pendidikan kepanduan kepada pemuda serta anak-anak Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk atas KEPPRES (Keputusan Presiden) Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20-5-1961.
    pengertian pramuka, gerakan pramuka, pramuka penggalang, pramuka penegak, pramuka indonesia, sejarah pramuka dunia, sejarah pramuka di indonesia.
    gambar pramuka penggalang putra

    Meskipun Gerakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan KEPPRES (Keputusan Presiden) Nomor 238 tahun 1961, tapi secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada publik pada tanggal 14-8-961 sesaat setelah Presiden RI menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan KEPPRES Nomor 448 Tahun 1961. Sejak saat itu maka 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka
    pengertian pramuka, gerakan pramuka, pramuka penggalang, pramuka penegak, pramuka indonesia, sejarah pramuka dunia, sejarah pramuka di indonesia.
    gambar pramuka penggalang putri

    Seiring Jalannya waktu perkembangan Gerakan Pramuka mengalami naik turun, karena gerakan ini tidak dianggap pentingnya oleh kaum muda. menindak lanjuti hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45, Presiden SBY mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka.Implementasi Revitalisasi Gerakan Pramuka antara lain adalah dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka, yang sudah menghasilkan terbitnya UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. 

    Keanggotaan Pramuka

    Anggota Gerakan Pramuka terdiri atas Anggota Dewasa dan Anggota Muda. Anggota Muda merupakan Peserta Didik Gerakan Pramuka yang dibagi menjadi beberapa golongan di antaranya:
    • Golongan Siaga adalah anggota yang berumur 7 - 10 tahun
    • Golongan Penggalang adalah anggota yang berumur 11 - 15 tahun
    • Golongan Penegak adalah anggota yang berumur 16 - 20 tahun
    • Golongan Pandega adalah anggota yang berumur 21 - 25 tahun

    Anggota yang berusia di atas 25 tahun berstatus sebagai anggota dewasa. Anggota dewasa Gerakan Pramuka terdiri dari:
    • Instruktur Saka
    • Pamong Saka
    • Pembantu Pembina
    • Pelatih Pembina
    • Pembina Pramuka
    • Tenaga Pendidik


    Demikianlah Artikel tentang Sejarah Lengkap Pramuka di Dunia dan Indonesia. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian pramuka, gerakan pramuka, pramuka penggalang, pramuka penegak, pramuka indonesia, sejarah pramuka dunia dan sejarah pramuka di indonesia.

    PANCASILA



     pengertian pancasila
    Pancasila adalah landasan dari segala keputusan bangsa dan menjadi ideologi tetap bangsa serta mencerminkan kepribadian bangsa. Pancasila merupakan ideologi bagi negara Indonesia. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. Pancasila merupakan kesepakatan bersama bangsa Indonesia yang mementingkan semua komponen dari Sabang sampai Merauke. 
    1. Asal Mula Kata Pancasila
    Etimologi kata “Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana) yaitu panca yang berarti “lima” dan sila yang berarti “dasar”. Jadi secara harfiah, “Pancasila” dapat diartikan sebagai “lima dasar”.
    2. Sejarah Istilah Pancasila
    Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dimana sila-sila yang terdapat dalam Pancasila itu sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat maupun kerajaan meskipun sila-sila tersebut belum dirumuskan secara konkrit. Menurut kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, Pancasila berarti “berbatu sendi yang lima” atau “pelaksanaan kesusilaan yang lima”.
    3. Pengertian Pancasila Menurut Para Ahli
    Untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang arti kata Pancasila, sebaiknya kita membaca beberapa pengertian Pancasila menurut para tokoh pendiri bangsa berikut:
    1. Muhammad Yamin. Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.
    2. Notonegoro. Pancasila adalah dasar falsafah negara indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
    3. Ir. Soekarno. Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia.


      BUTIR-BUTIR PANCASILA 
      Kelima azas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Ini ditetapkan dalam Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.
      Butir Butir Pancasila Sila Ke 1 Sampai Sila Ke 5
      Lambang Garuda Pancasila

      A. BUTIR SILA KE SATU (1)  KETUHANAN YANG MAHA ESA
      1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
      2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
      3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
      4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

      B. BUTIR SILA KE DUA (2) KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
      1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
      2. Saling mencintai sesama manusia.
      3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
      4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
      5.Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
      6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
      7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
      8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

      C. BUTIR SILA KE TIGA (3) PERSATUAN INDONESIA
      1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
      2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
      3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
      4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
      5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika

      D. BUTIR SILA KE EMPAT (4) KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
      1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
      2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
      3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
      4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
      5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
      6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
      7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

      E. BUTIR SILA KE LIMA (5)  KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
      1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
      2. Harus Bersikap adil.
      3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
      4. Dapat Menghormati hak-hak orang lain.
      5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
      6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
      7. Tidak bersifat boros.
      8. Tidak bergaya hidup mewah.
      9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
      10. Suka bekerja keras.
      11. Menghargai hasil karya orang lain.
      12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.


      Beberapa poin diatas  merupakan  butir-butir pengamalan Pancasila yang diharapkan dapat diamalkan oleh kita sebagai Bangsa Indonesia.

    PERJALANAN BAKTI PRAMUKA PENEGAK

    Tamu Ambalan :
    Berasal dari Pramuka penggalang yang berusia 16 tahun, Remaja Indonesia yang berusia 16 tahun dan Tamu Ambalan pindahan dari Ambalan lain. Lama menjadi tamu ambalan kurang lebih 3 bulan. Selama menjadi Tamu Ambalan yang bersangkutan diberi kesempatan menyesuaikan diri (masa orientasi) dengan Gugusdepan dan Tata Adat Ambalan. Para anggota ambalan diberi kesempatan untuk menilai dan membantu Tamu Ambalan dalam masa orientasi ini.
    Calon Penegak :
    Calon Penegak adalah tamu ambalan yang telah selesai melakukan masa orientasi dengan sukarela menyatakan diri sanggup mentaati peraturan organisasi dan tata adat ambalan serta diterima oleh seluruh anggta ambalan untuk menjadi calon penegak. Lma menjadi calon penegak kurang lebih 6 bulan.
    Perpisahan status dari tamu ambalan menjadi calon penegak dilaksanakan dengan upacara sederhana dan dialog yang mengandung nilai-nilai pendidikan antara calon penegak dengan kakak pembina dan anggota ambalan lainnya. Calon penegak harus mawas diri, menghargai orang lain serta menyadari hak dan kewajibannya yang masih terbatas seperti :
    • tidak mempunyai hak suara dalam musyawarah ambalan
    • mempunyai hak bicara dalam diskusi pertemuan dan musyawarah
    • displin mengikuti berbagai program latihan dan kegiatan ambalan
    • berkewajiban menyelesaikan SKU Penegak Bantara
    • berkewajiban ikut menjaga nama baik Ambalan
    Penegak Bantara :
    Penegak Bantara adalah calon penegak yang telah memenuhi SKU Penegak Bantara dan telah menunjukan dirinya taat kepada tata adat ambalan. Perpindahan dari calon penegak ke penegak bantara dilaksanakan melalui upacara pelantikan dengan mengucapkan janji Tri Satya dan berhak memakai tanda pengenal Penegak Bantara. Selama menjadi Penegak Bantara akan diberi kesempatan latihan untuk membaktikan diri pada masyarakat sebagai media membangun kepribadian yang kuat. Seorang Penegak Bantara wajib melanjutkan latihan dan kegiatan lainnya, terutama untuk :
    •  menyelesaikan SKU Penegak Laksana agar dapat dilantik menjadi Penegak Laksana
    • menempuh SKK (Syarat Kecakapan Khusus) sesuai dengan minat dan bakat untuk memperoleh TKK
    • mengembangkan minat dan bakatnya di Satuan Karya untuk mengembangkan keterampilan vokasionalnya
    • jika ada kesempatan mengikuti Kursus Pembina Mahir sehingga dapat menjadi Pembantu Pembina di Perindukan siaga maupun pasukan penggalang
    • berperan serta membantu kegiatan Kwartir dengan cara menjadi Anggota Dewan Kerja, Sangga Kerja atau jenis-jenis kepanitiaan lain yang dibentuk Kwartir
    • berupaya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwartir baik di tingkat ranting, cabang, daerah, nasional dan internasional
    Penegak Laksana :
    Penegak Laksana adalah penegak bantara yang telah memenuhi SKU Penegak Laksana dan telah dilantik menjadi Penegak Laksana. Perpindahan dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana dilaksanakan melalui upacara pelantikan dengan mengucapkan janji Tri Satya dan berhak memakai tanda pengenal Penegak Laksana. Selama menjadi Penegak Laksana akan diberi kewajiban memimpin kegiatan bakti pada masyarakat dan juga memimpin kegiatan ambalan. Seorang Penegak Laksana wajib melanjutkan latihan dan kegiatan lainnya bahkan terus didorong untuk mengembangkan potensi diri secara optimal, dengan cara :
    • menambah jumlah jenis dan bobot SKK yang berhasil diraih
    • memperdalam dan memperluas keikutsertaannya dalam Satuan Karya
    • mengikuti kursus-kursus yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka
    • meningkatkan perannya dalam menjadi Pembantu Pembina di Perindukan Siaga maupun Pasukan Penggalang
    • Meningkatkan peran dalam membantu kegiatan Kwartir dengan cara menjadi Anggota Dewan Kerja, Sangga Kerja atau jenis-jenis kepanitiaan lain yang dibentuk Kwartir
    • berupaya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh kwartir baik tingkat ranting, cabang, daerah, nasonal dan internasional
    Purna Penegak Laksana :
    Penegak Laksana yang telah memasuki usia 21 tahun, maka akan dilepas menjadi Purna Penegak dengan upacara sederhana. Kepadanya diberikan plihan apakah akan melanjutkan pengabdiannya sebagai Pembantu Pembina, apakah akan terus mengembangkan diri lagi dengan berpindah ke Racana Pandega atau bahkan dengan mantap dengan merasa sudah cukup bekal untuk mengabdi dan berkarier di tengah masyarakat luas.
    Hasil gambar untuk perjalanan bakti pramuka